Cara Gema Buat Tetap Dukung Orang Muda

Kondisi pandemi ini berpengaruh juga pada dinamika orang muda khususnya mahasiswa. Mereka yang biasanya bisa bergerak serta berdinamika kemana-mana, sekarang mau tidak mau harus menurut lebih banyak di rumah saja. Bahkan harus menghentikan sementara kegiatan rutinnya sehari-hari sperti ke kampus untuk kuliah. Berganti kuliah secara online dari rumah.

Dengan kondisi demikian maka pendampingan kepada mereka pun juga harus segera disesuaikan. Gema yang biasa mendampingi mahasiswa dari banyak kampus tidak tinggal diam meski banyak kegiatan tatap muka harus langsung dihendikan sementara ini. Salah satu kegiatan besar Gema adalah Misa Angkatan Muda atau MAM. Biasanya kegiatan rutin dalam rangka menyambut mahasiswa baru di banyak kampus ini bisa diikuti sekitar 500 orang dengan beragam acaranya, dari pagi hingga menjelang sore.

Namun, 13 Desember 2020 lalu, MAM yang diadakan beda dari biasa. Selain lebih diutamakan dengan menggunakan media zoom dan youtube, baik yang menyiapkan, petugas Misa sekaligus umat dalam misa offlinenya hanya 15 orang saja.Tempat yang biasanya di aula St. Aloysius pun menjadi di Kapel Kabar Gembira Maria untuk misa dan sekretariatan Gema untuk talk show.

Selain MAM, Gema juga mengadakan webinar bertema “Dilema Menjadi Orang Tua Katolik” pada Jumat, 4 Desember 2020 di media zoom. Seminar daring ini ditemani 3 pembicara, yaitu Ibu Lidwina Wahyu Widayati , Pst. Postinus Gulö, OSC, M. Hum., JCL dan Theresia Novianty Anggraeni. Mereka berbagi dari sisi psikologis, rohani dan pribadi sebagai mahasiswa yang lahir dari keluarga Katolik.

Peserta webinar ini kurang lebih berjumlah 350 orang yang melibatkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor serta awam.Keterlibatan teman-teman dari IPB tidak terlepas dari kerja sama yang selama ini sudah terjalin antara Pastoral Mahasiswa Keuskupan Bandung dan Keuskupan Bogor dalam Forespas MKRJ (Forum Moderatores Pastoral Mahasiswa Keuskupan Regio Jawa) Selain Forespas MKRJ, dukungan juga diberikan dari Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Bandung. Pastor ketuanya, Pst. Wahyu Tri Wibowo mengikuti seminar ini juga bersama Pst. Onesius Otenieli Daeli OSC selaku Pastor Mahasiswa Bandung.

Kiranya segala cara-cara baik untuk tetap mendukung orang muda ini tetap bisa terlaksana sehingga pandemi bukanlah penghalang untuk bergerak bersama sembari tetap tidak melupakan protokol kesehata. (anjar 2020)

Previous Post Next Post